Seorang kader Partai Amanat
Nasional melakukan aksi "mobil mundur" di tengah lalu lintas yang
ramai di Solo, Jawa Tengah, Senin (29/9/2014). Aksi tersebut dilakukannya
sebagai bentuk kekecewaan terhadap pengesahan RUU Pilkada oleh DPR RI .
Aksi tunggal tersebut pun mencuri perhatian pengguna jalan karena kader bernama Bambang Saptono itu sempat membuat arus lalu lintas terganggu. Aksi Bambang Saptono, kader PAN Kota Surakarta, dilakukan di ruas jalan utama Kota Solo, Slamet Riyadi, tepatnya di Bundaran Gladag.
Mobil Honda jenis CRV warna hitam yang dikendarainya sudah dihiasi dengan poster bertuliskan "Pilkada Melalui DPRD, Kemunduran Demokrasi". Bambang segera masuk ke dalam mobil dan memundurkan mobilnya, melawan arus lalu lintas yang satu arah ke timur.
Menurut dia, aksi mobil berjalan mundur tersebut adalah simbol kemunduran demokrasi diIndonesia
setelah disahkannya RUU Pilkada oleh DPR
RI beberapa waktu lalu.
"RUU Pilkada adalah bentuk perampasan hak rakyat dan rakyat diberangus karena tidak bisa lagi berperan langsung menentukan pemimpinnya," katanya.
Aksi tunggal tersebut pun mencuri perhatian pengguna jalan karena kader bernama Bambang Saptono itu sempat membuat arus lalu lintas terganggu. Aksi Bambang Saptono, kader PAN Kota Surakarta, dilakukan di ruas jalan utama Kota Solo, Slamet Riyadi, tepatnya di Bundaran Gladag.
Mobil Honda jenis CRV warna hitam yang dikendarainya sudah dihiasi dengan poster bertuliskan "Pilkada Melalui DPRD, Kemunduran Demokrasi". Bambang segera masuk ke dalam mobil dan memundurkan mobilnya, melawan arus lalu lintas yang satu arah ke timur.
Menurut dia, aksi mobil berjalan mundur tersebut adalah simbol kemunduran demokrasi di
"RUU Pilkada adalah bentuk perampasan hak rakyat dan rakyat diberangus karena tidak bisa lagi berperan langsung menentukan pemimpinnya," katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar